8 September 2006
Ruang Rapat Setda Kota Singkawang
15 orang dari etnis Tionghoa
15 25 tahun
Informasi HIV/AIDS sudah diterima disekolah melalui seminar. Jadi sudah ada semacam sosialisasi tentang HIV/AIDS terhadap anak-anak sekolah terutama terhadap anak SMU/SMK tetapi dengan tidak secara detil, hal ini terbukti dari para peserta SGM ini yang tidak memahami secara tetap perbedaan HIV dan AIDS, kemudian bagian mana yang bisa menularkan virus ini.
Jika diantara anggota keluarga saudara terkena HIV/AIDS rata-rata mereka bersedia merawat, dalam arti tidak secara kepada hal-hal kecil, namun terbatas kepada hal-hal yang umum saja misalnya mengantar ke dokter. Sedangkan partisipasi mereka rendah bila orang lain terkena HIV/AIDS (15 orang dari peserta SGM ini hanya membantu dalam biaya).
Apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi epidemi HIV/AIDS di Singkawang? Peserta SGM sepenuhnya mengharapkan pemerintah mengambil alih persoalan ini, hal ini terbukti dari jawaban mereka yang tidak bersedia menjadi relawan,pendamping dll.
Kami berikan pertanyaan kepada para peserta SGM di luar kontek,dari mana etnis ini mendapatkan virus pertama kali, menurut data 40% dari penderita HIV/AIDS di Singkawang adalah etnis Cina< kenyataan ini memberikan pembenaran terhadap kenyataan yang ada karena etnis cina di Singkawang sangat berbeda dengan di jawa, di singkawang etnis ini rata-rata hidup digaris kemiskinan.
Peran serta aktif masyarakat sangat diharapkan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan terungkap bahwa sebagian masyarakat mengharapkan pemerintah Singkawang mengambil alih masalah ini secara serius. Sehingga fenomena gunung es dapat terungkap.
| < Prev | Next > |
|---|